WordPress database error: [UPDATE command denied to user 'pn_576202'@'192.168.0.104' for table 'wp_options']
UPDATE wp_options SET option_value = 'O:8:\"stdClass\":4:{s:12:\"last_checked\";i:1265762709;s:15:\"version_checked\";s:5:\"2.3.1\";s:8:\"response\";s:7:\"upgrade\";s:3:\"url\";s:30:\"http://wordpress.org/download/\";}' WHERE option_name = 'update_core'

Just for another day
 
Just for another day
Demi hari esok, biarkan generasi kita menikmati indahnya alam ini, birunya langit esok hari, sejuknya udara pagi hari..
 
 
(Belajar dari masa lalu untuk masa depan)
Just for another day
Demi hari esok, biarkan generasi kita menikmati indahnya alam ini, birunya langit esok hari, sejuknya udara pagi hari..

Nasionalisasi Pendidikan
Posted on May 18th, 2008 at 8:10 pm by Gredinov

Mungkin ketika kita pertama mendengar kalimat “nasionalisasi”, yang kita bayangkan adalah sesuatu yang anarkis, pengembalian aset-aset negara yang dikelola oleh asing, atau bahkan sesuatu yang buruk. Tapi kata nasionalisasi yang akan saya gunakan disini adalah sebuah kata yang melambangkan bahwa ada sesuatu yang bersifat nasional yang merupakan hak-hak dari setiap manusia, dengan demikian maka sesuatu itu harus bisa diakses oleh semua orang yang terdapat didalam sebuah negara tersebut. Sedangkan pendidikan disini adalah sebuah instansi yang termasuk memiliki peran besar dalam pembentukan masyarakat, bangsa dan negara. Dan pendidikan itu haruslah mengajarkan seorang anak manusia menjadi manusia dewasa seutuhnya. Yang dimaksud seutuhnya disini adalah bagaimana sebuah instansi pendidikan mencakup faktor raga dan jiwa yang bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Jika kita melihat pendidikan kita hari ini, esok dan kemarin, kita bisa menemukan banyaknya kebobrokan dalam pendidikan kita. Bila merujuk pada Undang-Undang Dasar 1945, tersebutkan dalam pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan dan pada ayat 2 disebutkan bahwa setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Tapi kenapa masih banyak warga negara yang tidak mendapatkan pendidikan dasar? Ini terbukti masih kurangnya kesadaran masyarakat kita untuk menuntut pendidikan setinggi-tinggi nya. Ini seharusnya kewajiban pemerintah untuk menyentuh semua lapisan masyarakat agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan juga saat ini telah menjadi sebuah industri. Bukan lagi sebagai sebuah upaya pembangkitan kesadaran pemikiran kritis. Pemikiran kritis para peserta didik pun di ubah menjadi sebuah follower pemikiran. Sistem pendidikan di indonesia seharusnya menciptakan anak bangsa yang memiliki sensitifitas terhadap lingkungan hidup dan krisis sumber-sumber kehidupan, sehingga pendidikan bisa menghasilkan orang-orang yang dapat benar-benar membangun bangsa dan negara ini.

Bagaimana hal ini bisa terwujud sementara di berbagai daerah, pendidikan pun masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Mulai dari kekurangan tenaga pengajar, fasilitas pendidikan yang tidak memadai hingga sukarnya masyarakat untuk mengikuti pendidikan karena permasalahan ekonomi dan kebutuhan hidup? Pada beberapa lapisan masyarakat, anak-anak yang memiliki keinginan sekolah harus membantu keluarga mereka untuk mendapatkan nafkah hidup karena semakin sukarnya akses masyarakat terhadap sumber kehidupan mereka. Pemerintah tidak memberikan akses yang mudah untuk sumber kehidupan rakyat kecil, dan tidak juga membuat mereka menyadari betapa pentingnya sebuah pendidikan.

Bahkan saat ini hasil dari instansi pendidikan kita pun hanya menghasilkan buruh-buruh baru yang sesuai dengan kemajuan jaman yaitu jaman kapitalis. Mungkin buruh yang dihasilkan ini agak sedikit berbeda, karena buruh yang dihasilkan adalah buruh yang berotak tidak hanya berotot. Tapi sekali buruh, tetaplah buruh. Walaupun berotak tapi sayangnya otak mereka sudah penuh dengan doktrin-doktrin yang mengatakan bahwa lulus cepat dan kerja dengan gaji besar tanpa memperdulikan derita orang-orang sekitarnya.

Negeri kita ini sepertinya sangat suka mengkotak-kotakan rakyatnya berdasarkan aturan main feodalisme yang mungkin merupakan bagian budaya kita yaitu budaya timur. Seperti kereta api, pendidikan kita pun dipisah-pisahkan berdasarkan kelas-kelas seperti kelas eksekutif, bisnis, atau ekonomi yang menurut saya hanya pantas untuk ditempati oleh hewan-hewan ternak, dikarenakan tidak layaknya kelas ekonomi itu untuk mengangkut manusia didalam sebuah kereta.
Tapi apa yang menyebabkan sebuah komunitas terdidik terlepas dari dunia-nyatanya? Apakah itu semata dorongan kemalasan dan gengsi untuk turun ke lapangan? Atau paradigma yang digunakan memang membatasinya untuk melihat dunia-nyata? Disini bisa dikatakan bahwa semuanya bekerja secara sinergis dalam membatasi ‘penglihatan’ terhadap dinamika masyarakat. Hilangnya klasifikasi kelas-kelas pendidikan yang berdasarkan ekonomi ini harus dihilangkan! Ini sangatlah penting untuk mewujudkan nasinalisasi pendidikan agar pendidikan itu bisa dinikmati oleh semua golongan, dan berkurangnya kesenjangan sosial di negara ini!

Negeri Ini sudah Merdeka Kawan!!
Tapi kenapa kalian pemuda-pemudi indonesia masih terjajah pemikirannya!!
Untuk Generasi sesudah kita dan kebangkitan Indonesia!!

Dari mahasiswa ITB terbuang

Laut Indonesia Atau Laut Asing?
Posted on April 7th, 2008 at 9:14 pm by Gredinov

Deep trenches, high mountain chains, rows
of vulcano, deep sea basins and innumerable
which are not found over such an
extended area in any other part of the world.

(Gambaran ringkas mengenai Indonesia
oleh Klaus Wrytki tahun 1961)

Begitulah gambaran salah satu orang luar mengenai kondisi geografis indonesia pada masa itu. Setting geografi dan fisika dari perairan ini memberikan aspek biologi dan ekologi yang besar. Dinamika fisis dalam perairan ini, mendorong proses-proses biologi dan kimia, karena lokasinya didaerah tropis menyebabkan daerah ini merupakan laut dengan sumber daya alam yang sangat tinggi. Interaksi perairan indonesia dengan samudra pasifik dan hindia serta iklim munson daerah ini menghasilkan biodiversitas yang mempengaruhi proses-proses fisika, kimia dan biologi.

Indonesia merupakan negara kepulauan (Archipelago) terbesar di dunia, mencakup lima pulau utama dan sekitar 20 kelompok kepulauan yang lebih kecil. Memiliki jumlah pulau sekitar 17.000 pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kepulauan ini membentang sejauh 5000 dari barat ke timur dan 1800 kilometer dari utara ke selatan.

Sumber daya alam perairan Indonesia baik sumber daya terbarukan maupun sumberdaya tak terbarukan sangatlah luar biasa jumlahnya. Sebagai ilustrasi sumberdaya alam terbarukan, dapat dicatat 20.000 spesies moluska, 2.000 spesies crustacean, 20 mamalia paus (termasuk paus biru), 6 spesies penyu laut (dari 7 total dunia) dan 8.500 spesies ikan. Sumber daya terbarukan mencakup minyak, gas alam, mineral timah, mangan dan emas. Potensi perikanan Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Secara keseluruhan mencapai 65 juta ton, yang terdiri dari 7.3 juta ton pada sektor perikanan tangkap dan 57.7 juta ton pada sektor perikanan budidaya. Hingga saat ini Indonesia menempati urutan ke 12 untuk negara pengekspor produk perikanan. Posisinya berada di bawah Vietnam dan Thailand yang sebenarnya memiliki sumber daya terbatas dan jauh di bawah Indonesia.

Menurut World Atlas of Coral Reefs, 2001, Indonesia mempunyai luas terumbu karang yang terbesar di dunia yaitu 51.020 km2 yang merupakan 17.95% dari luas terumbu karang dunia. Daya serap karbon dari sumber daya laut sangat besar dan berkali-kali lipat daripada sumber daya hutan di darat. Jumlah tersebut berasal dari ekosistem terumbu karang seluas 61 ribu km2 dengan daya serap 73,5 juta ton CO2 per tahun, rumput laut seluas 30 ribu km2 dengan daya serap 56,3 juta ton karbon, bakau 93 ribu km2 dengan daya serap 75,4 juta ton karbon dan laut terbuka 5,8 juta km2 dengan daya serap karbon 40,4 juta ton per tahun. Sementara itu, Pakar Lingkungan dari Centre for Environmental Modelling and Prediction, University of New South Wales, Sydney, Ben McNeil dalam papernya menyebutkan, jika emisi karbon total dunia diukur 5,9 per tahun dan daya serap hutan hanya 0,6, maka selisih akumulasi karbon sangat besar yakni 5,3 per tahun. Potensi pariwisata bahari sebagai mana terlihat di Pulau Bali dan Lombok, dimana pulau-pulau lain sebenarnya juga memiliki kelebihan namun belum dikembangkan. Data dari geologi dapat diketahui bahwa di Indonesia terdapat 40 cekungan yang mengandung minyak dan gas bumi. Ke 40 cekungan ini memiliki cadangan 106.2 milyar barel setara minyak, dimana 57.3 milyar barel berada di laut. Lepas pantai Pulau Natuna dan Sorong mempunyai cadangan gas termasuk terbesar di dunia. Jangan terkejut bila kita semua harus akui Indonesia kalah jauh dari Malaysia di bidang offshore. Pada tahun 2002 misalnya, realisasi produksi minyak mentah Indonesia dari offshore hanya sebesar 26,7 juta ton sedangkan gas bumi sebesar 13 miliar kubik. Untuk tahun yang sama, Malaysia sudah memproduksi minyak mentah sebesar 37 juta ton dan 47,9 miliar kubik. Kesenjangan Indonesia dibandingkan Malaysia bahkan lebih jomplang di tahun 2004. Produksi offshore kita praktis jalan di tempat dengan produksi minyak mentah sebesar 27,8 juta ton sementara Malaysia melonjak menjadi 43,1 juta ton, sedangkan untuk gas bumi Indonesia 14 miliar kubik sementara negara jiran itu menjadi 60,6 miliar kubik.

Begitu kaya laut Indonesia ini dengan sumberdaya alamnya, tapi kenapa negara dan bangsa ini masih begitu kesusahan? Bahkan para lulusan mahasiswanya pun berlomba-lomba untuk berebut kursi pekerjaan di perusahaan-perusahaan asing ketimbang mengembangkan Indonesia ini sendiri dengan darah dan keringat mereka. Perairan Indonesia ini adalah daerah yang kaya bung! Siapalagi yang akan mengelola Indonesia ini jika semua mahasiswa-nya mempunyai mindset untuk kerja kepada para antek-antek asing di perusahaan asing dengan cara memeras darah dan keringat bangsa ini untuk kemakmuran mereka. Ingatlah, beribu janji yang mereka berikan kepada kita agar bekerja diperusahaan mereka, agar mereka bisa masuk dan menghisap sumberdaya alam laut kita, dan akhirnya mereka hanya akan mewariskan kerusakan alam dan kemiskinan terhadap rakyat, bangsa dan negara ini. Laut kita ini pun tak kalah kaya dibandingkan daratannya, bahkan bisa dibilang memiliki sumber daya alam yang lebih dibanding kan daratan. Tapi siapakah yang akan mengelolanya? Jika kita melihat begitu sedikitnya lulusan-lulusan yang mempelajari tentang laut, dan betapa kurang tenarnya jurusan-jurusan dibidang kelautan dibandingkan jurusan-jurusan lain. Apakah para anjing-anjing asing itu lagi yang akan merebutnya! Atau kah kita para pemuda penerus bangsa yang mengelolanya untuk kemajuan rakyat, bangsa dan negara ini, dengan seluruh keringat dan darah kita!

Referensi
http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/pertambangan/2005/0401/tam1.html
http://www.antara.co.id/arc/2007/12/8/lautan-indonesia-mampu-serap-karbon-245-6-juta-ton/
http://research.ocean.itb.ac.id/?page_id=8
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2004/10/08/brk,20041008-38,id.html
http://www.dkp.go.id/content.php?c=1823
Lubis, saut M., Catatan Kuliah “OS-4116 Oseanografi Indonesia”, Penerbit ITB.

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater
MERDEKA…!!

Gredinov (oseanografi 2006)

Tuhan
Posted on March 20th, 2008 at 5:11 am by Gredinov

Tuhan
di dalam kesenangan
kita lupa menyebut mu

walau mudah
namun hati tetap melupakan-mu

nama mu
menghilangkan kesenangan hati

Tuhan
di dalam luka
kita mencari mu

walau susah
namun hati ini tetap kan mencari

nama-mu
penyembuh luka kalbu

Tuhan
masih pantaskah
kita menjadi hamba mu

yang melupa
ketika kesenangan menyelimuti

yang berpaling
ketika luka menghantui

Element - Maaf dari surga
Posted on March 11th, 2008 at 1:59 am by Gredinov

Intro : Dm A Cm G Bb A Dm

Dm A
Ku Rasakan Semua Pedihmu
Cm
Saat Kau Panggil Namaku
G
Merintih Dalam Sepimu
Bbm
Namun Sayangnya Kau Kini
F
Tak Dapat Lagi Kusentuh
Fm
Tak Mungkin Pula Ku Rengkuh
A
Walau Besarnya Inginku

Dm Gm C F
Reff I : Maafkan Bila Aku Tiada Lagi Di Sisi
Dm Bb A
Kita Terpisah Ruang Dan Waktu

Dm A
Tangis Takkan Sanggup Mengulang Lagi
Cm
Semua Penyesalan Di Hati
G
Hanya Lahirkan Nestapa
Bbm
Bila Waktu Memihakku
F
Haruskah Ku Bilang Sayang
Fm
Haruskah Ku Bilang Cinta
A
Karena Semua Milikmu

Dm Gm C F
Reff II : Maafkan Bila Aku Tiada Lagi Di Sisi
Dm Bb A
Kita Terpisah Ruang Dan Waktu
Dm Gm C F
Tetaplah Jalani Mimpi Walau Tak Bersamaku
Dm Bb A
Bahagiamu Damaikan Jiwaku

Lnt : Dm A Cm G Bb A
Kembali Ke : Reff II

Dm Gm C F
Maafkan Bila Aku Tiada Lagi Di Sisi
Dm Bb A
Tetaplah Kau Jalani Mimpimu

Int : Dm A Cm G Bb A

« Previous Entries